Pesan Sponsor

Ternyata, PAUD Sangat Penting bagi Anak!


Ternyata, PAUD Sangat Penting bagi Anak!

Kualitas sumber daya manusia suatu bangsa bisa dilihat dari kualitas pendidikannya. Dengan memiliki pendidikan yang berkualitas suatu bangsa dapat menghasilkan bibit-bibit generasi masa depan yang lebih baik. Pola pendidikan yang baik dan berkualitas harus diperbaiki mulai dari dasar yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD merupakan tingkatan pendidikan dasar bagi anak sejak usia sekitar 0-8 tahun. Pendidikan sangat dasar ini membantu memberi rangsangan akademik untuk membantu anak menyiapkannya ke pendidikan selanjutnya.

Metode pendidikan PAUD bernama Montessori. Montessori merupakan metode pembelajaran yang memberi kebebasan pada anak untuk melakukan aktivitas yang mereka inginkan. Anak yang masuk ke PAUD merupakan anak yang mengalami usia emas (golden age), yakni masa yang hanya terjadi satu kali pada kehidupan. Berdasarkan data Kemendikbud, jumlah PAUD di Indonesia masih tergolong sedikit dan tidak merata. Jumlah ini berbanding terbalik dengan penambahan penduduk terutama pada usia muda.

PAUD juga memiliki standar akademik yang baik dan memiliki tenaga profesional yang jelas. Akan tetapi, banyak yang beranggapan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini tidaklah penting dan membuang waktu saja. Asumsi masyarakat pelajaran yang didapat dari PAUD juga akan kembali didapat pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Hal ini diperkuat dengan data Kemdikbud yang menyebutkan bahwa hanya 22% orang tua menyekolahkan anaknya di PAUD. Data ini menunjukkan bahwa partisipasi orang tua menyekolahkan anaknya ke PAUD masih sangat kecil.

Memang benar Pendidikan Anak Usia Dini tidak mengajarkan pelajaran umum, tetapi pelajaran membentuk karakter pada anak. Namun sejatinya pembentukan karakter pada anak sedari kecil memanglah sangat penting untuk mengubah pola berpikirnya menjadi kreatif, logis, dan kritis sehingga dapat menyelesaikan permasalahan. Tidak hanya itu, pada masa anak usia dini, perkembangan otak sangat pesat. Masa inilah merupakan pondasi membangun kemampuan belajar yang dipersiapkan untuk jenjang Sekolah Dasar sampai kuliah nanti.

Orang tua sebisa mungkin memaksimalkan perkembangan anak di usia dini, salah satunya melalui PAUD. Berikut ini alasan mengapa PAUD sangat penting bagi anak.

1. Mengatur Kondisi Kesehatan Pada Anak
Anak-anak usia dini biasanya kurang dari 5 tahun. Mereka masih rutin melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan tiap satu bulan sekali. Bahkan terdapat buku catatan yang berisi laporan kesehatan anak. Laporan ini akan diberikan kepada orang tua anak tiap tahun. Selain itu juga ada pemberian vitamin dan mineral pada anak sebulan sekali. Yakni meliputi vitamin A, B, C, dan D untuk meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh.

Adapun pengaturan pemberian makanan pada anak yang meliputi makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna setiap hari untuk mencukupi kebutuhan gizi anak. Pemberian gizi dan pelayanan kesehatan yang teratur akan membantu mengontrol pertumbuhan, terutama pada pertumbuhan fisik dan motorik anak sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan pada anak. Kerja sama antara orang tua dan PAUD sangat penting. Orang tua mengontrol pertumbuhan anak di rumah, sedangkan PAUD mengontrol pertumbuhan anak di sekolah.
 
2. Mengenalkan Anak Pada Dunia Pendidikan
Dengan memasuki PAUD, anak akan mempunyai cukup persiapan untuk menghadapi pendidikan akademiknya nanti. Sebab, di PAUD sudah diajarkan berbagai hal sehingga ketika masuk ke pendidikan akademik tidak kaget.

3. Mengenalkan Anak Pada Lingkungan Sekitar
Cara ini dapat dilakukan pada lingkungan alam dan juga hewan. Pengenalan itu dapat dilakukan dengan mengajak anak ke kebun binatang atau cagar alam untuk belajar dan menggali lebih dalam tentang lingkungan alam dan hewan. Bisa juga mengenalkan berbagai macam tumbuhan kemudian menghitung jumlah daun pada sebuah pohon. Stimulasi ini dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak.

4. Mengenalkan Anak Pada Pengetahuan Dasar yang Bisa Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Cara ini membuat anak mendapat pengetahuan yang dapat langsung dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari. Hasil pembelajaran ini dapat membiasakan anak melakukan kegiatan tersebut sekaligus meningkatkan kecerdasan pada anak. Contohnya masalah perhitungan bilangan 1-10, menghitung apel, menghitung benda yang ada di suatu tempat, menghitung uang kembalian, dan sebagainya.

5. Menstimulasi Kemampuan Emosi Anak
Cara PAUD menstimulasi emosi anak, salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan imajinasi dan seni. Tujuannya adalah untuk melatih anak dalam membayangkan sesuatu seperti membayangkan ayah sedang ke warung, anak dapat berimajinasi bahwa ayah akan membeli nasi, ayah akan membayar dengan uang sepuluh ribuan, dan bahkan membayangkan makanan yang dibeli ayah jatuh di jalan. Beberapa pernyataan tersebut dapat membantu meningkatkan imajinasi anak.

Selain itu, tujuan lainnya adalah mengembangkan bakat anak pada bidang seni. Anak akan dikenalkan pada proses menggambar dari mulai membuat pola lingkaran dengan hati-hati, membuat beberapa bentuk gambar, sampai cara mewarnai dengan rapi. Hal ini tentu akan menguji kesabaran dan dapat menstabilkan emosi anak.

6. Mengajari Hal-Hal yang Positif
Di PAUD, anak akan dibina dan diajarkan tentang pendidikan moral dan hal-hal positif. Misalnya mengajari etika sopan santun kepada orang tua, terutama kepada bapak dan ibu mereka, rasa saling menghargai teman dan orang lain, dan menjalin interaksi yang baik. Hal ini jika dilatih sejak PAUD maka akan menjadi kebiasaan yang baik bagi anak.

Sementara itu, PAUD juga mengajarkan sikap disiplin dan taat aturan. Contohnya melarang hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan dan mematuhi aturan yang ada. Ini bisa menjadi kebiasaan yang berguna saat dewasa nanti.

7. Meningkatkan Rasa Keingintahuan Pada Anak
Biasanya saat mencapai usia 8 tahun, anak mulai ingin tahu dan mencoba sesuatu yang baru, termasuk pelajaran. Masa ini akan membuat anak dapat menyerap pelajaran dengan optimal. Hal ini disebabkan karena otak anak pada usia dini sangat peka dan dapat menyerap informasi sekitar 80%.

8. Usia 0-6 Tahun, Otak Anak Akan Lebih Aktif Menyerap Berbagai Informasi yang Ada
Pada usia 0-6 tahun, otak akan lebih aktif menyerap berbagai informasi yang ada. Pada usia ini mental dan fisiknya sudah mulai terbentuk. Akibatnya muncul bakat dan minat anak, seperti bermain bola, biola, music, dan sebagainya.

9. Mengarahkan Individu untuk Menjadi Pribadi Tangguh
Saat masa pendidikan usia dini, anak akan dibentuk untuk menjadi individu yang kuat, semangat, mandiri, percaya diri dalam segala hal, dan kreatif dalam belajar. Rasa percaya diri akan membuat anak lebih berani bersosialisasi dengan temannya sehingga bisa meningkatkan kerja sama. Adapun kemandirian akan membuat individu tidak memberatkan orang lain. Sementara dalam hal kreatif, anak PAUD akan melakukan pembelajaran yang diselingi dengan permainan yang dapat mengasah otak mereka.

10. Paud Dibutuhkan untuk Mengubah Pendidikan Sesuai Perkembangan Zaman
PAUD dibentuk dengan tujuan mengembangkan pendidikan dasar bagi anak. Arah pendidikan ini yakni dalam hal-hal yang baik, yang menuntut perubahan yang lebih baik dan berkualitas, serta kecerdasan yang mumpuni agar menjadi dasar generasi masa depan.

Nah demikian Pentingnya PAUD bagi perkembangan anak dari segi fisik dan psikologis. Jadi, jangan ragu membawa anak menempuh PAUD. Terlebih untuk orang tua yang pergi bekerja dan tidak sempat mengurus anak, tentu PAUD menjadi alternatif solusi mendidik anak sedari dini.

Postingan populer dari blog ini

Rangkaian Lift Barang 10 Lantai

Pengertian dan Prinsip Kerja Hoist Crane

Cara Membuat Lift Barang Sederhana

Konsep Kerja Mesin Lift Barang

Rajin Pangkal Pandai

19 tahun bengkel cargo lift jaya

Halaman Selanjutnya