Pesan Sponsor

Pemkot Surabaya Kembangkan Transportasi Baru Berbasis Bike Sharing

Pemkot Surabaya Kembangkan Transportasi Baru Berbasis Bike Sharing

Meskipun saat ini Kota Surabaya masih masuk dalam Zona Merah sebaran Virus COVID-19, namun semangat masyarakat untuk berolahraga tidaklah surut. Bahkan saat ini masyarakat sangat mengandrungi olehraga di luar rumah dengan menggunakan sepeda angin. Fenomena masyarakat bersepeda ini sudah mulai tampak sesaat setelah Kota Surabaya lepas dari masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Fenomena masyarakat yang aktif bersepeda (gowes) ini rupanya mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Surabaya. Melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan inovasi transportasi terbaru bagi wargaya. Transportasi ini berbasis sepeda angin yang diberi nama Bike Sharing.

Konsep dari Bike Sharing sendiri sebenarnya sudah banyak diterapkan di berbagai negara. Terutama dinegara yang masyarakatnya masih banyak menggunakan sepeda sebagai alat transportasi jarak pendeknya. Negara seperti China dan Jepang adalah termasuk diantara negara yang telah mengaplikasikan Konsep Bike Sharing bagi masyarakatnya.

Pada prakteknya, dengan adanya Bike Sharing ini, masyarakat bisa memakai sepeda yang ada dengan sistim sewa. Nantinya akan ada aplikasi yang bisa digunakan untuk mengetahui berapa harga sewa dari sepeda angin ini. Kemungkinan juga akan diukur berdasarkan jarak maupun waktu pemakaiannya.  

Sebelum menyewa sepeda ini, pengguna harus menginstal dulu aplikasi yang dibutuhkan. Kemudian saldo harus ada minimal Rp50.000 agar nantinya bisa membuka gembok dengan menggunaka QR Code. Namun nanti juga ada gembok manual yang disiapkan untuk mengunci sepeda setelah dipakai. Untuk langkah keamanan, sepeda ini juga akan dilengkapi dengan GPS. Dan perlu diketahui, bahwa sepeda ini murni sepeda angin bukan sepeda listrik. 

Sepeda yang ada dalam program Bike Sharing ini akan dilengkapi dengan keranjang untuk meletakkan barang. Sedangkan pada rodanya sudah menggunakan teknologi ban mati. Yaitu ban yang tidak perlu ditambahkan angin untuk mengendarainya. 

Titik parkir untuk Bike Sharing ini juga telah disiapkan, lokasinya berada pada titik strategis di Kota Surabaya. Di antaranya, Halte, Terminal, Kantor Pemerintahan,Taman, simpul transportasi yang terintegrasi dengan angkutan umum lainnya,  Gedung Parkir, dan Fasilitas Umuum lainnya. Setelah menggunakan sepeda, pengguna wajib mengembalikannya ke titik parkir yang tersedia. Kalau tidak, maka pengguna akan bisa dikenakan denda.

Nantinya di setiap titik parkir ini akan ditempatkan petugas yang akan menjaga dan memeriksa masyarakat yang akan menyewa sepeda. Petugas akan selalu mengungatkan pemakai sepeda ini untuk tetap memakai masker dan menggunakan hand sanitizer sebelum menggunakan sepeda.

Saat ini Pemkot Surabaya telah menyiapkan titik - titik parkir yang akan berintegrasi dengan konsep Bike Sharing ini. Titik parkir tersebut antara lain :
Jalan Tunjungan dekat Halte Siola
Jalan. Wijaya Kusuma
Jalan. Jimerto
Jalan. Basuki Rahmat dekat Halte Tunjungan Plaza
Jalan. Basuki Rahmat dekat Halte Hotel Bumi
Jalan. Mayjend. Sungkono dekat Halte Vida
Jalan. Mayjend Jonosewojo
Jalan. Gubeng dekat Taman Lansia
Jalan. Sulawesi
Gedung Parkir Genteng Kali
Taman Surya
Grahadi / Balai Pemuda
KFC Basuki Rahmat
Taman Bungkul
Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)
Kebun Binatang Surabaya (KBS)
Taman Bambu Runcing Sisi Timur
Delta Plaza
Halte Dukuh Menanggal
Halte Graha Pena
Halte Royal Plaza
Park & Ride Mayjend Sungkono
Gedung Parkir Adityawarman
Gedung parkir Lapangan Hoki
Stasiun Gubeng Lama
Program Bike Sharing ini akan segera diresmikan oleh Pemkot Surabaya pada pertengahan Bulan September dan selama masa sosialisasi masyarakat bisa menggunakannya secara gratis. (yyan)

Postingan populer dari blog ini

Rangkaian Lift Barang 10 Lantai

Pengertian dan Prinsip Kerja Hoist Crane

Cara Membuat Lift Barang Sederhana

Konsep Kerja Mesin Lift Barang

Rajin Pangkal Pandai

19 tahun bengkel cargo lift jaya

Halaman Selanjutnya